Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Perempuan yang Berpura-pura

  Perempuan yang Berpura-pura Tidak Tahu Ada jenis keberanian yang tak tampak. Keberanian itu tidak memekik, tidak meledak, tidak melawan. Ia hanya… diam. Dan di balik diam itu ada perempuan yang tahu lebih banyak dari yang dia ucapkan. Ia melihat—tanda, perubahan nada, detail kecil yang tak bisa ditipu. Ia tahu, tapi memilih tidak menanyakan. Ia paham, tapi berpura-pura tak mengerti. Bukan karena tidak mampu melawan, tapi karena tahu bahwa jika ia bicara, yang runtuh bukan hanya seseorang… tapi seluruh dunia yang selama ini ia jaga agar tetap utuh. Perempuan seperti ini tidak bodoh. Ia hanya sangat lelah. Lelah menjadi pengampun satu arah. Lelah mencoba membangun ketika yang lain memilih menjauh. Lelah memikul beban kebenaran sendirian. Tapi di balik kelelahannya, ada semesta yang tetap menyala—semesta kecil bernama harapan. Dan dari situlah ia mulai memutuskan: bahwa diamnya hari ini bukan karena kalah, tapi karena ia memilih untuk bangkit ke arah lain. Bukan lagi untuk menye...

Ruang Sunyi

Ruang Sunyi yang Tak Terucap Ada ruang-ruang diam yang tidak bisa dijelaskan dengan kata. Tempat-tempat batin di mana suara ingin keluar, tapi selalu terhalang dinding tak kasat mata—bukan karena tak ada yang mendengar, melainkan karena tak ada yang benar-benar hadir untuk memahami. Dalam ruang sunyi ini, aku belajar membedakan sepi dan kesendirian. Ada saat-saat di mana keberadaan orang lain tak cukup untuk menghapus rasa hilang—karena yang dicari bukan sekadar kehadiran fisik, tapi sentuhan yang merawat jiwa. Aku tak sedang meratap. Aku hanya sedang diam—diam yang dalam, yang jenuh, yang tidak ingin lagi menjelaskan kenapa luka yang tak terlihat pun bisa membuat seseorang berjalan pelan, atau berhenti bicara sama sekali.